Bacaan Ayat Kursi

Bacaan Ayat Kursi

Masalah akan selalu menimpa manusia sepanjang waktu. Bahkan nabi Muhammad memiliki masalah untuk dipecahkan. Namun, Tuhan mendesak kita untuk sabar dan konseling dalam menghadapi masalah yang kita hadapi. Sumber : berdoa.co.id

Dengan bermeditasi dan berdoa kepada Tuhan kita datang secara tidak langsung kepada-Nya dan mencari pengampunan dan bimbingan-Nya.

Salah satu doa yang paling penting bagi umat Islam adalah pembacaan kursi, pembacaan nama Allah dan juga doa qunut nazilah.

Kata Rasulullah tentang kebesaran dan kemuliaan ayat ayat tersebut

“Memang, segala sesuatu pasti memiliki punuknya, dan sumbernya adalah Alquran yang memuat judul ayat suci Alquran. Ayat itu adalah ayat dari kursi. “(HR Turmudzi)
Membaca ayat kursi

Menuju

Bacaan ayat Arab

الله لا إله إلا هو الحي القيوم لا تأخذه سنة ولا نوم له ما في السماوات وما في الأرض من ذا الذي يشفع عنده إلا بإذنه يعلم ما بين أيديهم وما خلفهم ولا يحيطون بشيء من علمه إلا بما شاء وسع كرسيه السماوات والأرض ولا يئوده حفظهما وهو العلي العظيم
Bacaan kursi Latin

“Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. ‘ilmihii illaa bimaa syaayya aliyahuhhhuhau. “
Terjemahkan arti dari ayat Seat

“Allah, tidak ada Tuhan (layak atau menggemaskan), tetapi Dia yang hidup selamanya akan terus memerintah (makhluk-Nya). Dia yang tidak tidur nyenyak dan tidak tidur. Dia adalah apa yang ada di surga dan apa yang ada di bumi: tidak ada yang bisa menjadi perantara bagi Allah tanpa seizinnya.

Bacaan Ayat Kursi

Sungguh, Allah tahu apa yang ada di depan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak tahu apa-apa tentang pengetahuan Allah, tetapi apa yang dia inginkan.

Kursi Tuhan meliputi surga dan bumi. Dan Allah tidak memelihara keduanya, dan Allah itu tinggi dan kuat. “(Surat Al-Baqarah menuju 255).

Coba lihat dan baca: Yasin Letters

Preferensi tempat duduk

Membaca ayat tempat adalah prioritas mutlak. Ayat-ayat kursi diyakini sebagai berkat dan pelindung bagi orang-orang di bumi sebagai umat mereka.
Berikut adalah tips kursi terbaik yang perlu Anda ketahui

  1. Ayat kursi adalah ayat terpenting dari Alquran

Ayat ke-255 dari surah Al-baqarah ini adalah salah satu ayat Al Qur’an yang paling indah. Bagi Muslim yang membaca dan berlatih, itu akan sangat bermanfaat.

Seperti dalam kisah Utusan Allah (semoga damai besertanya), tanyakan kepada Ubiy bin Kai untuk ayat terpenting dari Alquran.

Nabi bertanya kepada Ubay bin Kai: “Apa ayat paling penting dari Alquran”?

Ubay bin Kai menjawab, “Ayat paling penting dalam buku ini adalah ayat kursi.”

Dan Rasulullah (SAW) menepuk dada Ubay dan berkata, “Wahai Abu Mundzir, semoga Anda selalu senang dengan pengetahuan yang Anda miliki” (HR Muslim).

Ayat kursi adalah ayat terpenting dari Al-Quran karena memuat nama-nama terbesar Allah yang ditemukan di kuil Al Hayyu dan Al Qayyum.

Baca juga: Doa terakhir
  1. Ayat kursi itu memiliki kemuliaan di luar langit dan bumi

Utusan Allah (saw) berkata:

“Allah tidak menciptakan langit dan bumi di atas ketinggian ayat, (karena dalam ayat itu mengandung Nama dan Sifat Allah).”

Sufyan Ats-Sauri mengatakan bahwa ayat kursi adalah salah satu dari kata-kata Allah atau kata-kata Tuhan. Dan Allah lebih besar dari ciptaan Allah lainnya.

  1. Arah tempat duduk adalah salah satu bacaan sebelum tidur

Utusan Allah (saw) berkata:

“Jika kamu tidur (pada malam hari), baca ayat kursi itu. Tuhan selalu mengawasi kamu dan iblis tidak akan mengganggu tidurmu sampai pagi.” (HR Al-Bukhari).

Dari kata-kata Nabi (saw), jelas bahwa dengan membaca ayat di sofa sebelum tidur Anda akan dilindungi dan dilindungi dari gangguan Setan selama tidurnya. Untuk ini, baca ayat kursi sebagai meditasi teratur ketika Anda pergi tidur.

  1. Ayat tempat adalah medium di surga

Utusan Allah (saw) berkata:

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْج،نََّّ

Ini berarti:

“Siapa pun yang membacakan suara kursi setelah doa selesai, tidak ada yang akan mencegahnya masuk surga kecuali kematian.” (HR An-Nasai dihargai shahih oleh Syaikh Al-Abani).