Gejala Kanker Esofagus

Gejala Kanker Esofagus

Kanker dapat berkembang di setiap bagian tubuh. Ketika sel kanker muncul dan berkembang di kerongkongan, istilahnya adalah kanker kerongkongan. Menurut Mayo Clinic, kanker kerongkongan berada di peringkat ke-6 sebagai jenis kematian paling kanker di dunia.

Ini karena sebagian besar pasien terlambat menerima perawatan setelah tahap akhir. Penting untuk mengetahui gejala-gejala kanker kerongkongan sedini mungkin sehingga pengobatannya lebih sederhana dan kemungkinan pemulihan penuh nantinya lebih besar.
Daftar gejala karsinoma esofagus (karsinoma esofagus)

Banyak orang berpikir bahwa tenggorokan itu sama dengan tenggorokan. Keduanya adalah dua organ yang berbeda. Tenggorokan adalah saluran napas yang menghubungkan hidung, faring, laring, dan trakea ke paru-paru.

Sementara itu, kerongkongan adalah tabung pengiriman makanan yang menghubungkan mulut ke perut. Organ ini terletak tepat di belakang trakea (saluran pernapasan) dan di depan tulang belakang.

Kanker kerongkongan terjadi ketika tumor ganas terbentuk di lapisan dalam esofagus. Sel-sel kanker dapat berkembang di sepanjang kerongkongan, bahkan di persimpangan kerongkongan dan perut.

Gejala Kanker Esofagus

Gejala-gejala kanker kerongkongan biasanya bervariasi tergantung pada posisi awal di mana sel-sel kanker menyebar. Namun, ada tanda dan gejala khas kanker kerongkongan yang bisa Anda berhati-hati, yaitu:

  1. Kesulitan menelan

kesulitan menelan karena disfagia

Salah satu gejala karsinoma esofagus yang paling khas adalah kesulitan menelan (disfagia). Dalam arti tertentu, sekitar 90 hingga 95 persen orang dengan kanker kerongkongan memiliki gejala ini.

Meningkatnya pertumbuhan tumor menyebabkan penyempitan kerongkongan. Akibatnya, mungkin memakan waktu lebih lama untuk sepenuhnya menelan semua makanan.

Selain merasa lebih sulit, menelan makanan juga cenderung menyakitkan karena terbatasnya kerongkongan. Nyeri timbul ketika kanker menyebabkan luka terbuka di lapisan kerongkongan atau ketika sel-sel kanker telah menyerang jaringan di sekitarnya.

Jangan meremehkan gejala ini. Jika Anda tidak hati-hati, Anda bahkan bisa mati lemas saat makan.

  1. sering muntah

sering muntah

Jika muntah hanya sesekali dan jarang, Anda tidak perlu terlalu khawatir. Namun, lain cerita jika Anda terus muntah setiap kali makan.

Sekitar 40 persen pasien kanker kerongkongan sering mengalami gejala muntah setelah makan. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh makanan yang tersangkut di kerongkongan. Hasilnya, tubuh akan secara otomatis melepaskan makanan dengan paksa melalui mulut.

Beberapa orang bahkan mengalami muntah darah. Ini umumnya terjadi ketika tumor di esofagus berdarah atau jaringan di sekitar kerongkongan terluka.

  1. Sensasi terbakar di dada

Penyakit GERD adalah

Gejala kanker kerongkongan sering disertai dengan rasa sakit dan panas di dada, yang disebut mulas. Penyebabnya adalah asam lambung yang kehilangan kerongkongan.

Di kerongkongan ada katup yang disebut sfingter. Idealnya, katup ini berfungsi untuk menahan cairan asam di tempat di bagian bawah perut. Namun, jika Anda memiliki kanker kerongkongan, katup ini tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga asam dari lambung rentan terhadap refluks dan menyebabkan mulas.

Orang dengan riwayat GERD dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter lebih sering daripada Anda yang sehat dan ramah.

  1. Penurunan berat badan secara dramatis

diet yang efektif

Memiliki berat badan ideal adalah impian semua orang. Namun, jangan senang jika berat badan Anda tiba-tiba turun drastis tanpa alasan yang jelas. Ini bisa menjadi gejala kanker kerongkongan.

Selain efek malnutrisi karena kesulitan menelan, penurunan berat badan juga bisa disebabkan oleh metabolisme sel kanker itu sendiri. Penurunan berat badan secara terus-menerus adalah tanda bahwa sel-sel kanker sedang habis dalam hal massa otot dan jaringan adiposa.

Dengan cara ini, sel kanker sejati akan menyerap gula dari tubuh pasien sehingga dapat terus tumbuh dan berkembang biak. Kondisi ini menghabiskan gula yang digunakan sebagai sumber energi tubuh kita. Akibatnya, tubuh akan mengambil cadangan energi dari lemak.

Jika dibiarkan berlanjut, lemak dan jaringan otot pasien akan berkurang atau bahkan hilang. Nah, inilah yang menyebabkan sebagian besar pasien kanker menurunkan berat badan. Dalam dunia medis kondisi ini disebut caheia.

Dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter segera jika penurunan berat badan lebih dari 5% dari berat awal dan kondisi ini terjadi selama lebih dari 6 bulan.

Baca Juga :

8 Ball Pool

WhatsApp Theme