Pengertian Koloid – Sifat,Jenis dan Funsi

Pengertian Koloid – Sifat,Jenis dan Funsi

Koloid – Dilansir dari meteribelajar.co.id Koloid adalah campuran zat heterogen (dua fase) antara 2 atau bahkan lebih zat di mana partikel-partikel zat dimensi koloid (fase terdispersi atau rusak) didistribusikan secara seragam di dalam zat lain.

Untuk perincian lebih lanjut, bacalah bahan koloid mulai dari definisi koloid, sifat koloid, fungsi koloid dan jenis tipe koloid di bawah ini.

Pengertian Koloid

Koloid adalah campuran zat heterogen (dua fase) antara 2 atau lebih zat di mana partikel-partikel dimensi koloid (terdispersi atau rusak) terdistribusi secara seragam dalam zat lain (dispersi atau kerusakan rata-rata). Ukuran partikel koloid bervariasi dari 1 hingga 100 mm, dimensi yang dimaksud dapat berupa diameter, panjang, lebar, dan ketebalan suatu partikel.

Lebih jauh, Colloid adalah sistem dispersi yang ukuran partikelnya lebih besar dari larutan, tetapi lebih rendah dari suspensi (campuran kasar). Koloid terdiri dari 2 bentuk, yaitu fase terdispersi (zat terdispersi) dan media pendispersi (media yang digunakan untuk menyebar).

Sifat koloid

Berikut ini adalah sifat koloid, antara lain:

Efek kecil
Ketika cahaya memasuki air jernih, itu akan berubah, sementara aliran koloid ini akan dibiaskan atau didispersikan. Karena koloid memiliki sifat tydall. Efek ini dapat membedakan sistem koloid dari solusinya.

Gerakan Brown
Partikel koloid karena itu akan bergerak sangat cepat dan pecah atau zigzag dalam medium dispersi. Gerakan acak atau zig-zag ini dikenal sebagai gerakan cokelat. Gerakan ini berfungsi untuk menstabilkan partikel koloid sehingga mereka tidak menjadi pemisah antara partikel yang terdispersi dan media distribusi.

Elektroforesis
Ketika koloid mengalir melalui listrik, partikel koloid bergerak menuju elektroda positif atau elektroda negatif. Ini dapat membuktikan bahwa koloid memiliki listrik. Pergerakan partikel koloid di medan listrik dapat disebut elektroforesis.

Adsorpsi
Permukaan partikel koloid dapat menyetrum partikel bermuatan listrik di sekitarnya, karena muatan koloid bermuatan listrik. Proses ini disebut penyerapan. Contoh penyerapan seperti pemurnian air tebu, pemurnian air dan produksi obat dicatat.

Fungsi koloid

Berikut beberapa fungsi koloid, yaitu:

Itu bisa membersihkan air
Sebagai bahan dalam mengonsumsi obat-obatan
Menyerap racun
Pelarut dalam produk kosmetik
Pewarna pada kain
Membentuk emulsi antara kotoran (minyak) dengan air, sehingga sabun dan deterjen dapat membersihkan kotoran, khususnya kotoran dari minyak
Tebu putih
Koagulasi darah

Jenis koloid

Dalam sistem koloid, fasa terdispersi dan media dispersi dapat berbentuk padat, cair atau gas. Tergantung pada fase terdispersi dan media dispersi, sistem koloid diklasifikasikan sebagai berikut:

Sol
Sistem koloid terbentuk oleh fase terdispersi dalam bentuk padatan dan oleh fase dispersi dalam bentuk cair. Contohnya seperti: sol emas, tinta dan cat.

Sol padat
Sistem koloid terbentuk oleh fase terdispersi dalam bentuk padatan dan oleh fase dispersi padatan. Contohnya seperti: kaca berwarna dan berlian hitam.

Aerosol padat

Sistem koloid terbentuk oleh fase terdispersi dalam bentuk padatan dan oleh fase dispersi dalam bentuk gas. Contohnya seperti: asap dan debu.

Emulsi
Sistem koloid terbentuk oleh fase terdispersi dalam bentuk fase dispersi cair dan cair. Contohnya seperti: susu, santan dan minyak ikan.

Emulsi padat
Sistem koloid yang dibentuk oleh fase terdispersi adalah cair dan fase dispersi adalah padat. Contohnya seperti: mutiara, keju dan agar-agar.

Aerosol cair
Sistem koloid terbentuk oleh fase terdispersi dalam bentuk cair dan oleh fase dispersi dalam bentuk gas. Contohnya seperti: kabut, awan dan hairspray.

Busa
Sistem koloid terbentuk oleh fase terdispersi dalam bentuk gas dan oleh fase dispersi dalam bentuk cair. Contohnya seperti: busa sabun, goyang ujung basah.

Busa padat
Sistem koloid terbentuk oleh fase terdispersi dalam bentuk gas dan oleh fase dispersi dalam bentuk padatan. Contohnya seperti: karet busa dan batu apung.

Demikian pembahasan kita tentang materi koloid. Semoga bermanfaat.